Selasa, 09 Juli 2019

Uang Nias Lama Ada Di Museum Uang Sumatera

Salah satu orida nias yang ada di MUS
Nias pernah memiliki mata uang sendiri, begitu informasi yang mungkin pernah diketahui oleh masyarakat terkhusus masyarakat pulau nias. Tapi bagaimana bentuk dan nominal mata uang itu belum tentu semua orang tahu. 

Kalaupun bagian sejarah dari mata uang nias yang pernah ada itu ditelusuri di pulau nias, mesin pencetaknya masih dapat dengan mudah ditemukan. Karena sampai saat ini mesin cetak tersebut masih ada di Desa Onowaembo, Kota Gunungsitoli. Baru-baru ini mesin tersebut dicat lewat program kegiatan pemugaran benda sejarah oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Gunungsitoli.

Pada saat uang nias dicetak, Mata uang itu dikenal dengan Oeang Republik Indonesia Daerah Nias atau Orida Nias. Dicetak pada tahun 1947 dan berlaku hanya sampai 1949. Pencetakan itu hanya diberikan izin bagi beberapa daerah guna memenuhi kebutuhan alat pembayaran di daerah masing-masing. Karena mata uang belanda, jepang atau Oeang Republik Indonesia (ORI) sangat minim didaerah-daerah.

Saat ini Orida nias menjadi salah satu koleksi Museum Uang Sumatera (MUS) yang terletak di Jl. Pemuda No.13, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara. Museum yang baru berdiri sejak mei 2017 yang lalu memiliki 3 jenis nominal orida nias. Diantaranya nominal 100, 200 dan 500 rupiah. 

Ruang pameran Museum
Selain itu di museum tersebut juga ada buku katolog uang kuno yang berjudul Oeang Nusantara. Buku tersebut kata petugas jaga MUS disusun oleh kolektor mata uang kuno di Indonesia. Dari buku itu dapat dilihat bahwa orida nias selain nominal 100, 200 dan 500 rupiah , juga memiliki nominal 1 rupiah. Dimana semua nominal tersebut terbuat dari bahan kertas.

Sewaktu saya datang langsung ke museum uang sumatera, penjelasan petugasnya Orida Nias sedang diikut sertakan dalam pameran uang kuno yang berlangsung di Jakarta dan Surabaya. Baru setelah beberapa hari melalui instagram saya dikirimi foto Orida Nias yang sudah kembali di pajang diruang pameran.

Harga uang lama yang cukup menggoda tersebut juga teryata memancing orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk memalsukannya. Itulah sebabnya para kolektor menyusun dan menerbitkan buku katalog uang lama tadi. Agar dapat membandingkan bentuk dan jenis uang lama serta harga yang sesuai dengan kondisinya.
Orida Nias "fake"
Orida Nias pun menjadi salah satu uang lama yang dipalsukan. Dari penelusuran, saat ini ada dijual uang palsu nias nominal 100 rupiah. Itu diketahui karena penjualnya secara terang-terangan mengatakan bahwa uang tersebut palsu dengan menyertakan kata "fake" di judul penjual. Selain itu juga, bentuk dan jenis uang tersebut juga tidak ada dalam buku katalog. Apalagi harga yang ditawarkan pun begitu murah, jauh dibawah harga yang sudah disertakan dalam katalog.

Pemalsuan orida nias tersebut pun belum tentu dilakukan saat sekarang ini, karena dari beberapa tulisan yang saya baca. Sejak masih orida dipergunakan, pemalsuan pun sudah terjadi. Bahkan hal itu sengaja dilakukan oleh penjajah, untuk mengacaukan sistem ekonomi Indonesia yang pada saat itu baru saja merdeka.

Semoga Orida Nias bisa tetap menjadi koleksi di ruang pameran Museum Uang Sumatera. Agar sejarah Nias pernah menerbitkan uang sendiri tidak hilang begitu saja.


13 komentar:

  1. Nias keren ya bang..
    punya uang sendiri.
    Saya punya uang lama tapi bentuk koin.
    Komennya masih bolong tengah.
    kata alm.bapak saya, saat dia kecil, dia pernah jajan pake uang tsb,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kita datang ke Museum itu, kita dikasih koin juga. Katanya koin kerajaan palembang.

      Soal uang nias itu, kami yg warga nias aja banyak yang belum tahu

      Hapus
  2. Buka blog abang ini malah fokus ke iklannya. Ajarin dong bang. Wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kan tinggal buat aja akun adsensenya. Kalau da buat. Tinggal ngajuin dan tunggu proses disetujui. Kalau da disetujui tinggal pasang deh

      Hapus
  3. Wah baru tau saya dari jaman dahulu uang sudah sering dipalsukan sama penjajah padahal mereka sendiri yang memberi ide penerbitan uang kertas tsb, nice info bang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tujuan mereka untuk menghilangkan kepercayaan terhadap mata uang indonesia. Sehingga mata uang mereka tetap dipergunakan

      Hapus
  4. Mantap info-nya, bg. Sukses selalu!

    BalasHapus
  5. wah, info baru bagi saya ni bang. makasih ya.

    BalasHapus
  6. Wah,, baru tau klo Nias pernah punya uang sendiri. Mantap!!! Untuk ke museum, aku juga baru tau ada museum uang di Sumut bang. Makasi infonya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Museumnya juga baru buka. Apalagi pemilik museumnya adalah pribadi

      Hapus


EmoticonEmoticon