Selasa, 07 Juni 2011

KATANYA REFORMASI, RUPANYA MANIPULASI


Oleh: Sarinah Triannasari Lombu

Zaman Edan !
Demikian orang menyebutkan zaman ini.perubahan yang terjadi disekeliling kita menyinalkan sekian banyak Tanya dibenak kita. Ada apa ? Apa yang terjadi ?
Dalam waktu yang ak telalu lamakemajuan yang amat pesat menghigapi pulau Nias tercinta, khususnya dalam hal yang bersifat non-konstruktif. Dari style, gaya bahasa, bahkan hampir di semua aspek kehidupan senantiasa dibubuhi corak dan nuans manipulasi.
Gaya, Amerika poenya . . . orangnya, Nias tulen !
            “Kalau ingin maju, mesti ikut tredy, begitu katanya”. Penerimaan budaya asing dengan tidak selektif pun tak bias dihindari. Penampilan dikemas sedemikian rupa hingga hampir menyerupai orang lain yang mungkin dikagumi atau diidolakan. Lebih memilih menutup jati diri dan bersembunyi dibalik topeng wajah orang lain supaya keberadaannya diakui walau sebenarnya ia sendiri tak nyaman untuk hal itu.
            Ironisnya memang, semua dilakukan dengan alas an reformasi. Gaya rambut diusahakan lebih up to date,banyak orang mengganti namanya (biar lebih keren katanya), bahkan banyak uang dihabiskan hanya untuk memiliki pakaian yang dianggap lebih fashionable, kendati tidak mengandung nilai etis.
Karena hal ini juga apa yang di anggap tabu oleh masyarakat kini menjadi suatu hal yang lumrah. Nilai-nilai sosial budaya yang dahulu dijunjung tinggi oleh para leluhur kita secara serta-merta terkikis dan digantikan dengan hal-hal yang baru yang justru bertolakbelakang dengan budaya kita.
Perempuan yang dahulu harus berbusana tertutup kini lebih senang kelihatan vulgar. Laki-laki juga yang tak mau kalah, mereka yang tadinya berpenampilan jentle justru dibuat femini. Merka mengenakan anting-anting yang seharusnya merupakan aksesori perempuan. Pakaian yang di beli utuh dimodifikasi sehingga ada sobekannya serta banyak tempelannya, dan masih banyak hal lain yang dilakukan supaya dikatakan lebih nge-trend. Pulau Nias yang dahulu senang dengan adat budaya hampir tak bisa dipertahannkan lagi. Menyedihkan sekali !
Apakah ini arti reformasi yang sesungguhnya ?
Haruskah kita mengubur jati diri dalam-dalam supaya supaya bias melangkah maju ?
Pemuda adalah pembaharu
Pemuda memang pembaharu
Segala sesuatu bisa diubah
Tapi tak semua perubahan membangun
So, berhati-hatilah dalam membuat perubahan.

Penulis Mahasiswa Pendidikan Matematika, Anggota Komisariat GmnI FPMIPA IKIP Gunungsitoli


EmoticonEmoticon