Sabtu, 25 Desember 2010

KABAR REDAKSI

Manusia dilahirkan ke bumi mempunyai proses yang panjang untuk tumbuh dan besar, demikian halnya dengan Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Idonesia (GmnI) Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) IKIP Gunungsitoli. Stagnanisasi ditubuh GmnI pada masa setelah nias digoncang gempa (2005) juga berdampak pada stagnanya komisariat yang pada saat itu masih Komisariat IKIP Gunungsitoli. Hal itu disebabkan tidak terlaksananya Konfercab kedua waktu 2004 hingga 2007 hingga para aktivis GmnI pada saat itu menyelesaikan kuliah dan memulai kerja, memasuki tahun 2008 GmnI kembali dibangun oleh seorang aktivis GmnI yang baru menyelesaikan kuliah dari Medan (Kurniawan Harefa, S.Sos), kerja-kerja tersebut mendapat dukungan penuh dari Pengurus Cabang sebelumnya dan Persatuan Alumni Kepulauan Nias. Upaya-upaya perekrutan anggota pun dilakukan hingga pada akhir Maret 2008 dilaksanakan lah Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB). Setelah PPAB tersebut pekerjaan masih terus berlanjut yakni membangun komisariat dengan cara melaksanakan Rakom. Beberapa komisariat pun melakukan Rapat Komisariat (Rakom), begitu juga anggota GmnI yang berasal dari FPMIPA melaksanakan Rakom pada tanggal 24 April 2008 yang dimana pada saat itu Bung Dominikus Gea terpilih sebagai Komisaris.

Setelah seluruh komisaria tmelaksanakn Rakom pada tanggal 02 Mei 2008 dilaksanakan Konfrensi Cabang II yang memilih Bung Krisman Farasi sebagai Ketua DPC GmnI Nias. Hingga sejak itu komisariat seolah-olah terabaikan yang menyebabkan komisariat sedemikian lemah ditambah lagi akibat keawaman pengurus komisariat atas segala tugas-tugasnya. Hingga tahu 2010 Komisariat FPMIPA mengalami perubahan. Namun menjelang Konfercab III Komisariat FPMIPA melaksanakan musyawarah anggota komisariat (muskom) pada Februari 2010 dan Bung James terpilih sebagai komisaris. Terpilihnya bung James sebagai komisaris diharapkan membawa angin segar ke tubuh Komisariat FPMIPA. Namun harapan itu pupus setelah bung James diberikan tanggungjawab yang lebih besar untuk mengurus cabang sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi melalui Konfercab III pada Mei 2010 yang mana bung Erwin terpilih sebagai ketua.


Sejak saat itu Komisariat FPMIPA berada di kebingungan, perihal ketidak mampuan malaksanakan restrukturisasi organisasi disebabkan kekurangan jumlah anggota. Karena anggota terdahulu tidak berkenan lagi untuk aktif. Namun setelah PPAB yang dilaksanakan cabang pada November 2010 komisariat FPMIPA mandapatkan anggota baru yang cukup banyak. Berbekal itu maka Komisariat FPMIPA segera merencanakan muskom yang kemudian dilaksanakan pada 05 Desember 2010. Muskom tersebut mempercayakan Bung Trijudelfin Zega sebagai Komisaris. Pada muskom tersebut diputuskanlah pembuatan bulletin guna menumbuh kembangkan wacana para kader dan anggota Komisariat FPMIPA khususnya para anggota baru. Nama bulletin tersebut disepakati KOMIPA sebagai singkatan dari Komisariat FPMIPA.

Buletin KOMIPA ini tidak seperti bulletin pada umumnya. Hal ini disebabkan karena buletin direncanakan berisi berbagai opini setiap kader dan anggota.
Penulisan opini tersebut dibuat untuk membangun konstruksi berpikir para kader dan anggota. Sebagai langkah awal penerbitan bulletin ini anggota baru telah diberikan tugas pada pelaksanaan PPAB yang lalu.

Akhirnya, semoga buletin ini mampu menggapai cita-cita bersam dalam membangun kader dan anggota Komisariat FPMIPA untuk siap berbuat untuk masyarakat banyak khususnya kaum Marhaen


Merdeka
Redaksi


EmoticonEmoticon